<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Situs Kota Tua Dot Com &#187; Event</title>
	<atom:link href="http://situskotatua.com/category/event/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://situskotatua.com</link>
	<description>Informasi Seputar Situs Kota Tua Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Jun 2010 05:06:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Wisata Sepeda Onthel ke Kampung Angke</title>
		<link>http://situskotatua.com/2009/11/23/wisata-sepeda-onthel-ke-kampung-angke/</link>
		<comments>http://situskotatua.com/2009/11/23/wisata-sepeda-onthel-ke-kampung-angke/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kota tua]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sepeda onthel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://situskotatua.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Angke merupakan sebuah kampung tua yang berada di wilayah Jakarta Barat. Kata Angke diadopsi dari bahasa Cina dengan dua suku kata yaitu Ang yang artinya darah dan Ke berarti bangkai. peristiwa sejarah yang sangat berhubungan dengan sejarah kota Batavia adalah tragedi tahun 1740 dimana banyak etnis Tionghoa yang dibantai oleh VOC dan konon ribuan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Angke merupakan sebuah kampung tua yang berada di wilayah Jakarta Barat. Kata Angke diadopsi dari bahasa Cina dengan dua suku kata yaitu Ang yang artinya darah dan Ke berarti bangkai. peristiwa sejarah yang sangat berhubungan dengan sejarah kota Batavia adalah tragedi tahun 1740 dimana banyak etnis Tionghoa yang dibantai oleh VOC dan konon ribuan orang meninggal sia-sia di sepanjang kali angke. Perjalanan kali ini akan dibonceng dengan sepeda onthel yang merupakan salah satu moda transportasi khas kota tua Jakarta. Sambil diceritakan sejarah budaya kampung angke dan sekitarnya, mulai dari kehidupan sosial budaya, sejarah bangunan, toponim dan hal-hal yang menarik untuk kita ketahui dalam konteks Jelajah Kota Toea.</p>
<p><strong>JELAJAH KOTA TOEA : Wisata Sepeda Onthel ke Kampung Angke</strong></p>
<p>Minggu, 6 Desember 2009<br />
Pukul : 07.30 – 13.00 Wib<br />
Museum Bank Mandiri (Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Kota)<br />
Rute : Museum Bank Mandiri, Kali Besar, Roa Malaka, Bandengan, Pekojan, Angke, Rawa Bebek dan sekitarnya</p>
<p>Fasilitas : Sinopsis, Id Card, Tour Guide, Snack, Air Mineral, Makan Siang, Tiket Kunjungan dan peserta dibonceng sepeda onthel</p>
<p>Biaya partisipasi : Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah)</p>
<p>Pembayaran via transfer ke Bank Mandiri cabang Jakarta Kota<br />
No.Rek. 1150004512697  a/n. Kartum Setiawan</p>
<p>Pendaftaran &amp; Informasi :</p>
<p>KOMUNITAS JELAJAH BUDAYA<br />
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta<br />
Phone : 0817 9940 173 / 021 99 700 131<br />
Email : kartum_boy@yahoo. com<br />
Milist : jelajahkotatua@ yahoogroups. com<br />
*       Semua peserta telah disiapkan sepeda onthel oleh panitia.<br />
*      Peserta Maksimal 100 orang, jadi buru</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://situskotatua.com/2009/11/23/wisata-sepeda-onthel-ke-kampung-angke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JELAJAH KOTA TOEA : Molenvliet (1-11-2009)</title>
		<link>http://situskotatua.com/2009/10/21/jelajah-kota-toea-molenvliet-1-11-2009/</link>
		<comments>http://situskotatua.com/2009/10/21/jelajah-kota-toea-molenvliet-1-11-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 06:26:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah budaya]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah kota tua]]></category>
		<category><![CDATA[kota tua]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat museum]]></category>
		<category><![CDATA[situs kota tua]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kota tua]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://situskotatua.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Molenvliet merupakan kanal yang sengaja dibuat oleh kapiten Phoa Beng Gam pada tahun 1648 untuk menghanyutkan kayu bagi pembuatan kapal dan bahan bangunan di dalam tembok kota Batavia. Lambat laun sungai yang panjangnya sekitar 3 km difungsikan untuk menggerakkan kincir air bagi penggilingan tebu, produksi arak serta pabrik mesiu. Itulah sebabnya sungai ini dinamakan Molenvliet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Molenvliet merupakan kanal yang sengaja dibuat oleh kapiten Phoa Beng Gam pada tahun 1648 untuk menghanyutkan kayu bagi pembuatan kapal dan bahan bangunan di dalam tembok kota Batavia. Lambat laun sungai yang panjangnya sekitar 3 km difungsikan untuk menggerakkan kincir air bagi penggilingan tebu, produksi arak serta pabrik mesiu. Itulah sebabnya sungai ini dinamakan Molenvliet yang berarti Molen: Penggilingan/ kincir air dan Vliet : Sungai/aliran. Sejak saat itu Molenvliet mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan kota Batavia. Hal ini tentu saja terkait dengan pembangunan kota yang bergeser ke selatan, bahkan ketika udara di dalam kota Batavia sudah tidak sehat lagi banyak pejabat tinggi VOC mendirikan vila-vila mewah dengan taman yang luas, seperti gedung Arsip Nasional milik Gubernur Jenderal VOC Reiner de Klerk.  Bahkan tuan tanah dari keluarga Khouw membangun rumah Candranaya di kawasaan ini.  Itulah sekelumit kisah Molenvliet yang penuh kemewahan dan kemegahan, namun juga kesedihan dibalik itu semua…nantikan kisah selanjutnya dalam kegiatan Komunitas Jelajah Budaya :</p>
<p>JELAJAH  KOTA TOEA : Molenvliet</p>
<p>Minggu,  1 November 2009</p>
<p>Pukul : 07.30 &#8211; 11.30 WIB</p>
<p>Starting Point : Museum Mandiri</p>
<p>Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Kota</p>
<p>Rute : Pintu Besar, Pinangsia, Bioscoop Orion, Glodokplein, Lindeteves, Roemah Obat Tjap Koepoe-Koepoe, Kedubes China, Thalia, Candra Naya, Gedung Arsip Nasional</p>
<p>Partisipasi : Rp. 35.000,- (Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah)</p>
<p>Fasilitas : Id Card, Sinopsis, Tour Guide, Tiket kunjungan,Snack pagi &amp; Air Mineral</p>
<p>Pembayaran via Transfer  : Bank Mandiri Cab. Jakarta Kota</p>
<p>No. Rek. 11 5000 451 2697 a.n Kartum Setiawan</p>
<p>Pendaftaran &amp; Informasi</p>
<p>Komunitas Jelajah Budaya</p>
<p>Phone : 0817 99 401 73 / 021 99 700 131</p>
<p>e-mail kartum_boy@yahoo.com</p>
<p>www.jelajahbudaya.blogspot.com</p>
<p>jelajahkotatua@yahoogroups.com</p>
<p>* (One way trip) perjalanan akan dimulai dari Museum Mandiri dan berakhir di gedung Arsip Nasional, setelah itu peserta JKT membubarkan diri. Bila ada yang membawa kendaran pribadi dapat kembali ke Museum Mandiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://situskotatua.com/2009/10/21/jelajah-kota-toea-molenvliet-1-11-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Museum Day&#8221; 18 Mei, Bunker di MSJ Dibuka</title>
		<link>http://situskotatua.com/2009/05/20/museum-day-18-mei-bunker-di-msj-dibuka/</link>
		<comments>http://situskotatua.com/2009/05/20/museum-day-18-mei-bunker-di-msj-dibuka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 20:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[museum day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://situskotatua.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[SEKITAR dua bulan lalu International Council of Museums (ICOM) mengeluarkan rilis perihal International Museum Day 2009 (IMD 2009) yang jatuh pada 18 Mei dengan tema Museums and Tourism.  Alissandra Cummins,  Presiden dari International Council of Museums (ICOM) bersama Carla Bossi-Comelli, Presiden dari World Federation of Friends of Museums (WFFM/FMAM) mengeluarkan pernyataan terkait hari besar museum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEKITAR </strong>dua bulan lalu International Council of Museums (ICOM) mengeluarkan rilis perihal International <em>Museum Day </em>2009 (IMD 2009) yang jatuh pada 18 Mei dengan tema <em>Museums and Tourism</em>.  Alissandra Cummins,  Presiden dari International Council of Museums (ICOM) bersama Carla Bossi-Comelli, Presiden dari World Federation of Friends of Museums (WFFM/FMAM) mengeluarkan pernyataan terkait hari besar museum itu.  </p>
<p>Intinya, IMD 2009 merupakan satu langkah awal yang mengupayakan pengembangan museum sebagai destinasi baru yang mendorong dunia pariwisata –khususnya saat krisis keuangan seperti sekarang ini. Kedua organisasi itu berharap dengan IMD, <em>ethical tourism</em> (pariwisata yang beretika) dan <em>heritage bonding</em> (perikatan heritage) akan kembali menempatkan komunitas lokal dalam posisi yang setara. “Ini adalah cara baru melihat pariwisata dan museum,” tandas Dirjen ICOM Julien Anfruns.</p>
<p>Perayaan hari museum secara internasional merupakan cara menyatukan hubungan terhadap warisan budaya yang merupakan identitas bersama sebagai manusia dan sebagai komunitas. Tentang apapun yang kita yakini dan bagaimanapun cara kita mengekspresikan itu. &#8220;<em>Museums and Tourism </em>mendorong pekerja professional di bidang museum dan sukarelawan museum bekerja sama dengan pengunjung dan turis untuk melahirkan interaksi dengan komunitas lokal. Supaya heritage bisa dirasakan baik di dalam maupun di luar tembok museum,” papar Cummins.   </p>
<p>Sejak 1977 ICOM menggagas IMD untuk meningkatkan kepedulian terhadap peran museum dalam pembangunan masyarakat. Dua tahun lalu ICOM merayakan hari museum dengan tema <em>Universal Heritag</em>” sedangkan tahun lalu ICOM mengambil tema <em>Social Change and Development</em>. Dalam perayaan tahun ini, museum di berbagai negara menggelar beragam aktivitas seperti workshop, konferensi, seminar, termasuk membuka museum hingga malam hari.  </p>
<p>Museum berakar dari bahasa Yunani <em>mouseion</em>, yaitu kuil untuk sembilan Dewi Muse, anak-anak Dewa Zeus yang tugas utamanya adalah menghibur. Dalam perkembangannya <em>mouseion </em>menjadi tempat kerja ahli pikir zaman Yunani kuno, seperti sebagai tempat sekolah Pythagoras dan Plato. Museum yang tertua sebagai pusat ilmu dan kesenian adalah yang pernah terdapat di Iskandarsyah (Alexandria).</p>
<p>Lama kelamaan gedung museum tersebut yang pada mulanya tempat pengumpulan benda-benda dan alat-alat yang diperlukan bagi penyelidikan ilmu dan kesenian, ada yang  berubah menjadi tempat mengumpulkan benda-benda yang dianggap aneh. Perkembangan ini meningkat pada abad pertengahan di mana yang disebut museum adalah tempat benda-benda pribadi milik pangeran, bangsawan, para pencipta seni dan budaya, para pencipta ilmu pengetahuan. Kumpulan koleksi yang ada mencerminkan apa yang khusus menjadi minat dan perhatian pemiliknya.</p>
<p>Benda-benda hasil seni rupa sendiri ditambah dengan benda-benda dari luar Eropa merupakan modal koleksi yang kelak akan menjadi dasar pertumbuhan museum-museum besar di Eropa. Museum ini jarang dibuka untuk umum karena koleksinya menjadi ajang prestise dari pemiliknya dan biasanya hanya diperlihatkan kepada para kerabat atau orang-orang dekat.</p>
<p>Seiring perkembangan pengetahuan di Eropa pada abad 18 maka embrio museum mulai terbentuk.  Di Indonesia, khususnya Jakarta, perkembangan museum terbentuk atas pengaruh perkembangan museum di Belanda. Seperti pernah beberapa kali ditulis <em>Warta Kota</em>, perkembangan museum di Jakarta dimulai dengan berdirinya lembaga <em>Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen</em> (lembaga seni dan ilmu pengetahuan) pada tahun 1778.   </p>
<p>Dalam rangka Hari Museum Internasional, di Indonesia, seperti yang tercatat di Direktorat Museum Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ada beberapa kegiatan dalam rangka IMD 2009. Kegiatan itu antara lain seminar di Museum Naskah Proklamasi pada 18 Mei, lomba lukis di Benteng Yogya, pameran bersama di Museum Sejarah Padang pada 26-31 Mei, Festival Kuliner pada 22 Mei di Benteng Yogya.   </p>
<p>Sedangkan di Jakarta, komunitas delapan museum di Kota Tua menyelenggarakan acara sederhana pada 18 Mei mulai pukul 15.00 hingga 18.00 dipusatkan di Taman Fatahillah. Acara itu berupa pameran karikatur dalam rangka pengenalan museum ke warga setempat. Selain itu akan ada adu lambat naik sepeda ontel.</p>
<p>Karena hari Senin adalah hari tutup museum, maka untuk menggantinya, bunker di depan Museum Sejarah Jakarta (MSJ) akan dibuka untuk umum. “Itu sebagai pengganti aja sebab enggak mudah memutuskan buka museum pada hari Senin, terkait retribusi,” kata Kepala UPT MSJ Rafael Nadapdap.</p>
<p>Hal senada diucapkan Kepala UPT Kota Tua Candrian Attahiyat, sambil menambahkan, “Ini adalah acara pertama yang dilakukan dalam rangka Hari Museum Internasional, ke depan mudah-mudahan bisa diadakan secara tetap dan lebih terprogram,” katanya [<a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/05/15/16270190/museum.day.18.mei.bunker.di.msj.dibuka" target="_blank">source</a>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://situskotatua.com/2009/05/20/museum-day-18-mei-bunker-di-msj-dibuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Event] Jakarta Night Trail</title>
		<link>http://situskotatua.com/2009/04/23/event-jakarta-night-trail/</link>
		<comments>http://situskotatua.com/2009/04/23/event-jakarta-night-trail/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 06:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta night trail]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas historia]]></category>
		<category><![CDATA[kota tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://situskotatua.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional dan Hari Buku se-Dunia, Komunitas Historia Indonesia (KHI), Jakarta Heritage Community (JHC) dan Indonesian Federation of Friends of Museums (IFFM), didukung oleh Forum Indonesia Membaca (FIM) dan Museum Bank Mandiri (MBM), mempersembahkan: Jakarta Night Trail Sabtu, 9 Mei 2009. Pkl. 15.00-21.00 wib Tempat Kumpul: Museum Bank Mandiri, Jl. Lapangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional dan Hari Buku se-Dunia, Komunitas Historia Indonesia (KHI), Jakarta Heritage Community (JHC) dan Indonesian Federation of Friends of Museums (IFFM), didukung oleh Forum Indonesia Membaca (FIM) dan Museum Bank Mandiri (MBM), mempersembahkan:</p>
<p>Jakarta Night Trail<br />
Sabtu, 9 Mei 2009. Pkl. 15.00-21.00 wib</p>
<p>Tempat Kumpul: Museum Bank Mandiri, Jl. Lapangan Stasiun No.1 Jakarta Barat.</p>
<p>Depan stasiun KA Jakarta Kota / BeOS; Depan Halte Bus Transjakarta Kota.</p>
<p>Nara Sumber: Asep Kambali,KHI (Guru Sejarah / Pendiri KHI)</p>
<p>Bagian sejarah tertua dari Jakarta dikenal dengan sebutan Kota (Sansekerta) yang berarti “tempat yang dibentengi,” merupakan bandar termegah di Asia Tenggara, yakni Sunda Kalapa yang sejak abad ke-14 dikenal sebagai pintu gerbang menuju Kerajaan Pajajaran. Setelah pasukan Fatahillah menyerang dan merebut Sunda Kalapa (1527) dari tangan Pajajaran, Sunda Kalapa diganti namanya menjadi “Jayakarta” yang berarti “kemenangan sempurna.” Pangeran Jayakarta terusir hingga ke Jatinegara setelah Kota dihancurkan oleh tentara VOC pimpinan Jan Pieterszoon Coen dan Batavia mulai bangkit (1619) sebagai nama baru dari kota itu. Dengan nama ini, kota Batavia dikenal selama hampir tiga setengah abad dan berakhir ketika Jepang menduduki Hindia Belanda dan nama Jakarta diabadikan Jepang sampai sekarang.</p>
<p>Kegiatan: Field Trip Sejarah Jakarta; Tour de Museum; Nonton Film Tempo Doeloe; Makan Malam “Nasi Ulam” khas Betawi; Foto street hunting dengan objek Kota Tua Jakarta.</p>
<p>HTM:<br />
Perorangan : Rp. 75.000 / orang;</p>
<p>Acara terbuka untuk umum.Terbatas, setelah baca segera daftar!</p>
<p>Fasilitas: Air Mineral; Pin unik; Mentoring; Makan Siang; Handout; Tiket masuk.</p>
<p>Route: Museum Bank Mandiri; Museum Bank Indonesia; Jl. Pintu Besar Utara; Taman Fatahillah, Jl. Cengkeh; Jl. Tongkol; Kasteel Batavia; Pelabuhan Sunda Kalapa; Culemborg; Menara Syahbandar; Gudang Rempah-Rempah VOC; Galangan Kapal VOC; Jembatan Kota Intan; Gd. Samudera Indonesia; Gd. Cipta Niaga; Gd. Kota Bawah; Jl. Kali Besar Timur; Chartered Bank; Toko Merah; kembali ke Museum Bank Mandiri.</p>
<p>CATATAN &amp; TIPS</p>
<p>Acara 100% walking tour; Untuk itu dipersilahkan membawa minuman ringan dan obat-obatan pribadi secukupnya; Disarankan memakai pakaian casual, sandal gunung /sepatu kets; Sebagai tambahan bawa juga kamera/ handycam/ recorder/ handuk kecil/ topi lebar/ sun glass, dll.; Karena kegiatan dilakukan di dalam gedung tua bersejarah, maka perlu berhati-hati dalam beraktivitas, tidak pisah dengan rombongan, dan tidak berkata-kata yang sombong; Semua peserta dilarang mengambil, memindahkan, merusak, mencorat-coret barang-barang/ benda-benda bersejarah /koleksi yang ada di dalam museum. O ya, tidak boleh mengambil foto di museum, tapi kalo motret boleh kok! <img src='http://situskotatua.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>CARA PENDAFTARAN &amp; PEMBAYARAN:</p>
<p>1. Pendafataran:<br />
Silahkan menghubungi telepon: 0856.9535.5713 (Maya, Ms). Anda akan mendapatkan no.pendaftaran sebagai peserta.</p>
<p>2. Pembayaran:<br />
Silahkan transfer Acc. 697.0109.160 BCA Cab. Kartini Jakpus An. Asep Kambali dengan cara, Contoh: Ade mendapatkan nomor urut pendaftaran 16. Maka Ade pada saat melakukan transfer mengetik 75.016.</p>
<p>For more details please visit <a href="http://komunitashistoria.blogspot.com/">http://komunitashistoria.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://situskotatua.com/2009/04/23/event-jakarta-night-trail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Event] Jalan-jalan Kota Tua siang dan malam</title>
		<link>http://situskotatua.com/2009/04/23/event-jalan-jalan-kota-tua-siang-dan-malam/</link>
		<comments>http://situskotatua.com/2009/04/23/event-jalan-jalan-kota-tua-siang-dan-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 06:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[jelajah budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kota tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://situskotatua.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Perahu-perahu dagang dengan layar terkembang, melintas gagah di depan Toko Merah yang megah, membelah aliran de Groote Rivier yang bening tenang. Jembatan kota Intan membuka lebar daun-daun jembatannya, membiarkan perahu keluar masuk Bandar. Di tepian dermaga sana, satu persatu kapal dagang dan perahu, lego jangkar melipat layar. Pintu-pintu loji dan gudang VOC telah terbuka lebar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perahu-perahu dagang dengan layar terkembang, melintas gagah di depan Toko Merah yang megah, membelah aliran de Groote Rivier yang bening tenang. Jembatan kota Intan membuka lebar daun-daun jembatannya, membiarkan perahu keluar masuk Bandar. Di tepian dermaga sana, satu persatu kapal dagang dan perahu, lego jangkar melipat layar. Pintu-pintu loji dan gudang VOC telah terbuka lebar. Rempah-rempah negeri tropis, siap dimuat ke kapal dagang kompeni untuk diangkut ke negerinya Nederland. Kuli-kuli bongkar muat pelabuhan, mulai bermandi keringat mengais rejeki, di sela riuh renda teriakan juragan, bentakan mandor serta bacotan jawara dan jagoan Bandar. Pasar-pasar Batavia terus sibuk menggelar dagangan. </p>
<p>Penduduk Kota Batavia pada keluar rumah. Ke kantor, ke pasar, atau sekedar pesiar keliling kota, sembari pamer status dan kekayaan. Nyonya-nyonya besar Kompeni  serta nyai-nyai Belanda, bergaun serba mewah dengan rok bertingkat-tingkat kayak kurungan ayam, keluar mencari angin di sepanjang kanal dan terusan batavia. Para budak dan bedienda berjalan mengiringi sang nyai dan nyonya besar Kompeni, memayungi wajahnya dari sengatan terik mentari. Budak perempuan terus mengipas-mengipas cari angin buat sang nyai yang terus mengunyah sirih pinang, memerahi sekujur mulut dan bibirnmya. Dan dibawah keteduhan pepohonan kenari dan palem yang berjejer rapih di sepanjang tepian kanal dan terusan, penduduk Batavia lalu lalang di tengah seribu satu kesibukan.</p>
<p>Saat senja menjelang, rumah-rumah pemandian di sepanjang tepian dinding kanal dan terusan, dipenuhi wanita telanjang dada berendam diri, zonder kuatir akan buaya pemangsa, pria iseng yang doyan ngintip serta air kali yang mulai perlahan sepi. Satu persatu perahu dagang mulai lego jangkar di tepian dermaga. Para pedagang sibuk berkemas diri meninggalkan pasar. Encek dan baba Cina telah kemabli ke rumah, sibuk hitung untung rugi dagangannya hari itu.</p>
<p>Daun-daun Jembatan Kota Intan perlahan ditutup, mengakhiri kesibukan siang di belahan Kali Besar. Kanal dan terusan ikut siap menjemput malam. Dari tepian Groote Rivier, Toko Merah mulai memamerkan kemegahannya di senja teduh, mematut diri berkaca ke air Ciliwung yang kian hening sepi. Derap sepatu serdadu Kompeni berderak keras dari atas bastion-bastion kota, siap menjaga Kota Batavia yang sebentar lagi menuju ke peraduan malamnya. Moncong-moncong meriam di bastion kota, menganga lebar siap memuntahkan isinya kea rah penganggu kota yang hendak berangkat tidur. Lampu-lampu kandelier mulai berkelip menerangi Batavia, dan di ujung bandar  Batavia sana, sorot lampu suar mulai menyala, memandu perahu dan kapal dagang. Tapi Batavia belum mau tidur.</p>
<p>Di beranda depan, di bawah rerimbunan pepohonan kenari yang berjejer rapi menghiasi kawasan elit Tijgersgracht, tuan besar Kompeni rebahan santai di atas kursi malasnya, sembari menghisap pipa. Segelas anggur Rijn di sampingnya, selalu penuh siap ditenggak. Sang nyai tergolek malas di bale-bale, dengan kepala beralaskan setumpuk bantal empuk bersulam indah. Ia terus mengunyah sirih pinang. Sebentar-sebentar ia meludah ke tempolong ludah di sampingnya. Para budak, jongos, dan bediendanya siap melayani segala perintah sang nyai. Sembari terus dilayani para kacungnya, tuan dan nyonya besar Kompeni ikut menghantar Batavia ke peraduan malamnya, menikmati kerlap kerlip sinar lampu kandelier, yang memantul di permukaan air kanal.</p>
<p>Mereka sibuk menikmati asyiknya pasangan sinyo-noni, yang tengah memadu kasih memilin janji dari atas gondola dan arumbai Batavia yang melintasi kanal, diiringi lantunan alunan musik “Kota Bavia yang Berdandan”. Tuan dan nyonya besar  Kompeni ikut larut dalam nostalgia. Melambungkan lamunan jauh ke alam sinyo dan noninya doeloe. Jauh ke Venesia sana yang penuh gondola berseliweran di air-air kanal. “Inilah Venesia Negeri Tropis…Batavia,”guman tuan besar Kompeni. Pesta riah dansa-dansi di gedung pertemuan di bilangan Tijgersgracht, usai sudah. Pasangan petinggi VOC dan tuan nyonya Kompeni bergandengan tangan meninggalkan ruangan pesta. Dan Batavia, Sang Ratu dari Timur, lantas lelap terlena dalam mimpi indahnya. ( Thomas B.Ataladjar, 2003)</p>
<p>Nostalgia di Kota Toea<br />
Sabtu, 2 Mei 2009<br />
Pukul : 17.00 – 21.30 WIB<br />
Route : Kawasan Kali Besar, Taman Fatahilah, Bank Tua di Batavia<br />
Biaya Partisipasi : Rp. 60.000,- (Enam Puluh Ribu Rupiah)<br />
Fasilitas : Makan Malam di Museum Mandiri, Tour Guide, Nonton Film Jadoel, Id Card dan lain-lain</p>
<p>Keliling Kota Toea dengan Sepeda Onthel<br />
Minggu, 17 Mei 2009<br />
Pukul : 07.30 – 12.00 WIB<br />
Route : Stasiun Barang, Kampung Bandan,Pelabuhan Sunda Kelapa<br />
Biaya Partisipasi : Rp. 75.000,- (Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah)<br />
Fasilitas : Snack, Lunch, Tour Guide, Id card, Sinopsis dan Peserta di bonceng Sepeda Onthel</p>
<p>KOMUNITAS  JELAJAH BUDAYA<br />
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta-Kota<br />
Telp : 0817 9940 173 / 021 99 700 131<br />
Email : kartum_boy@yahoo. com<br />
www.jelajahbudaya. blogspot. com<br />
jelajahkotatua@ yahoogroups. com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://situskotatua.com/2009/04/23/event-jalan-jalan-kota-tua-siang-dan-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
