Ada ajakan yang unik dan menarik bagi mereka yang ingin menikmati Kota Tua di malam bahkan dini hari. Menjelajahi sudut remang-remang hingga sudut tergelap sekalipun. Tak sekadar mendengar penjelasan tentang sejarah sebuah gedung atau peristiwa yang terjadi di seputaran area tersebut tapi juga merasakan, membaui kondisi lembab gedung-gedung tua yang minim perawatan.
Adalah Komunitas Historia yang pada 28 Februari mendatang mengajak peminat sejarah berkeliling Kota Tua bahkan menginap di Museum Bank Mandiri. Ketua Komunitas Historia Asep Kambali mengatakan, “Program ini sebetulnya program Jakarta Night Trails tapi kemudian ada ide menginap di museum. Dibikin beda.” Ide beda itu datang dari Bondet Proborini, yang juga punggawa komunitas ini.
“Kalau jalan-jalan malam hari di museum atau di Kota Tua kan udah biasa. Kita cari yang agak enggak biasa,” ujar Bondet, saat dihubungi secara terpisah. Meski demikian, inti jalan-jalan ini tetap memperkenalkan berbagai peninggalan yang menyimpan sejarah. Misalnya, berkeliling Museum Bank Mandiri (MBM) untuk mengenali proses perbankan di awal abad 20.
Dari MBM peserta digiring ke Taman Fatahillah, Kali Besar untuk menelusuri beberapa gedung bersejarah seperti Toko Merah beserta kisah tentang Kali Besar itu sendiri, “Nanti kita juga masuk ke gedung Cipta Niaga,” imbuh Asep. Gedung ini masuk dalam gedung milik Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Gedung kosong ini seringkali digunakan untuk shooting video klip, foto pra pernikahan, dll. Acara yang dimulai pukul 21.00 itu akan berakhir sekitar pukul 05.00 keesokan paginya.
Setelah lelah berjalan-jalan, peserta kembali ke MBM untuk mengisi perut sambil menonton film bertema Batavia. Menurut Bondet dan Asep, peserta cukup membayar Rp 65.000 untuk acara ini dan bisa langsung mendaftar ke sekretariat Komunitas Historia di Jalan Danau Limboto 17, Bendungan Hilir, Jakpus. “Atau bisa juga cek di website kita, www.komunitashistoria.org,” tandas Asep.
Sebelum mengikuti acara ini, calon peserta bisa menikmati acara lain di Taman Fatahillah, yaitu Java Jazz On the Move. Sebuah acara yang merupakan acara pemanasan perhelatan jazz, Java Jazz, yang akan berlangsung 6-8 Maret. Pada acara yang akan memeriahkan kawasan itu mulai pukul 19.00 hingga pukul 22.00, akan tampil band Ecoutez dan Lala Suwages.
Niken Prabaningrum, Pre Event Coordinator Java Jazz, yang dihubungi Warta Kota, Selasa (24/2), mengatakan, untuk acara di Taman Fatahillah pihaknya juga mengundang sekitar 50-an anggota bike to work. “Kita juga sediakan parkir untuk sepeda mereka. Akan ada stan makanan, jajanan juga. Kita upayakan ada jajanan yang sesuai dengan kawasan Kota Tua,” ungkapnya.
Pemanasan Java Jazz sudah tiga kali digelar di kawasan Kota Tua. Dimulai saat Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI di bawah komando Aurora Tambunan. Tujuannya tak lain sebagai upaya menghidupkan kawasan.
Popularity: 19% [?]